Tuesday, 3 April 2012

Konsep Jodoh Secara Islami



Oleh: Heny Budi Utari

Disampaikan dalam Ngajikok 17 March 2012

*
Konsep dasar:

  1. Semua kejadian adalah pasangan
Firman Allah S.W.T. dalam Surat Yaasin: 36 dijelaskan:

"Maha suci Allah yang menjadikan kejadian semua berpasangan dari sesuatu yang tumbuh di bumi, dari mereka (manusia) dan dari sesuatu yang mereka tiada mengetahui."
Jika kita perhatikan kejadian di langit dan di bumi, jelas menampakkan kebenaran ayat ini. Setiap yang kita saksikan ada pasangannya. Ada siang dan malam, ada tinggi ada rendah,  langit dan bumi. Ada yang jantan dan betina. Kemudian Allah jadikan pula malam berpasangan dengan siang meliputi alam ini. Demikian pula manusia. Atom saja yang sangat halus yang tidak dapat dilihat dengan pandangan mata terdiri dari komponen-komponen yang berpasang-pasangan.
Betapa indahnya kehidupan manusia ini dengan adanya pasangan di dalam kejadiannya. Betapa jemu dan bosan kehidupan ini jika yang menjadi penghuni alam lelaki semuanya
, atau perempuan semuanya.


  1. Keserasian hidup, ketentraman dan kelestarian
"Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ia menjadikan untuk kamu pasangan dari jenis kamu sendiri untuk kamu tinggal tenteram di sampingnya dan dijadikan di antara kamu kasih sayang dan belas kasihan. Semuanya itu menjadi tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir "  (Ar-Ruum:21).
Kejadian berpasangan juga sebagai saluran untuk meneruskan keturunan manusia.Allah S.WT. berfirman:
"Wahai manusia bertakwalah kepada Tuhan kamu yang menjadikan kamu semua dari jiwa yang satu dan dijadikan daripadanya pasangannya dan berkembang daripada keduanya banyak lelaki dan perempuan... " (An-Nisa':1)
Sudah selayaknya dalam berkehidupan ada pasangan terutama dalam meniti bahtera rumah tangga. Untuk mengetahui pasangan kita, tentu perlu pengetahuan mengenai apa pasangan atau jodoh. 

Pengetian “Jodoh”
Pengertian 'jodoh' secara bahasa (semantik) adalah pasangan yang pas, atau pasangan yang sesuai di antara keduanya.  Secara terminologi, 'jodoh' adalah pasangan yang saling membutuhkan, atau  pasasangan yang sesuai, cocok, untuk saling menerima dan memberi.
Pengertian 'jodoh' menurut (agama) Islam, adalah pasangan (laki-laki dan perempuan) yang "telah ditetapkan" atau "disahkan" dalam ikatan pernikahan, disebut pasangan suami-istri (pasutri) , apabila dalam perjalanan pasutri, satu di antaranya meninggal maka per-jodoh-annya putus.
Perlukah mencari jodoh?
Pertanyaan pertama, “benarkah jodoh sudah ditetapkan oleh Allah tanpa bisa diubah”, itu mengandung dua pertanyaan yang jawabannya berbeda. Karenanya, kita perlu menelaahnya satu persatu.

A) Benarkah jodoh sudah ditetapkan oleh Allah? Ya, benar. Bahkan, bukan hanya jodoh. Segala hal mengenai diri kita sudah ditetapkan/ditakdirkan oleh Allah ketika kita berada di rahim bunda. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a., dikabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama. Kemudian ia berubah menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya disamping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni [1] rizkinya, [2] ajalnya, [3] perilakunya, dan [4] bahagia-celakanya.

B) Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diubah? Ya dan tidak. Takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia, tetapi dapat diubah oleh Allah. Allah SWT berfirman:
DihapuskanNya mana yang dikehendakiNya, dan ditetapkanNya mana yang dikehendakiNya, sebab di tanganNyalah terpegang Induk Kitab (Lauh Mahfuzh) itu.” (QS ar-Ra’du [13]: 39)
Karena jodoh (dan segala takdir lain) itu hanya bisa diubah oleh Allah, apakah sebaiknya kita menunggu takdir dari Allah saja tanpa perlu berusaha lagi?
Bukan begitu. Alih-alih, Allah dan Rasul-Nya telah mempersilakan kita untuk berusaha supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”). Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] suatu kaum sebelum mereka [berusaha] mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’du [13]: 11)

Bagaimana Islam memandang jodoh?
  1. Memilih atas dasar agamanya
Islam telah menetapkan terlebih dahulu pertimbangan dalam mencari pasangan dengan tujuan menjamin kesejahteraan. Rasulullah bersabda dalam haditsnya:
“Seorang perempuan biasanya dinikahi karena empat perkara: Harta, nasab (keturunan), kecantikan dan agamanya. Maka utamakan memilih perempuan karena agamanya, kamu akan merugi bila tidak memilihnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).  Sabda baginda yang bermaksud:

"Janganlah mengahwini wanita-wanita kerana kecantikan. Mungkin kecantikan itu memburukkan hidup. Jangan mengahwini mereka kerana harta, mungkin harta itu menyebabkan kezaliman mereka. Tetapi kawinilah mereka atas dasar agama. Seorang sahaya yang hitam, berbibir tebal yang beragama adalah lebih baik. (Diriwayatkan oleh Ibn Majah).  

Dalam hadist tersebut Nabi Muhamad SAW memberikan tuntunan kepada kita agar memilih pasangan yang memiliki agama, maka kalian akan beruntung, fadzfar bizatiddin, taribat yadaka. Hadis itu tidak menyebut fadzfar mutadayyinatan (orang beragama) tetapi bidzatiddin, orang yang memiliki agama. Kata dzatiddin disini mengandung arti substansi (jauhar) atau sifat (ardl), jadi wanita atau pria yang dzatiddin adalah orang yang beragama secara substansial atau dapat dilihat sifat-sifatnya sebagai orang yang mematuhi agama.
  1. Keturunan dan Kufu'
Salah satu asas pertimbangan, selain daripada keagamaan seperti yang telah dijelaskan sebelum ini, ialah keturunan bakal isteri itu. Aspek yang penting yang hendak ditinjau ialah dari segi kesehatan dan keadaan hidup keluarga. Dari segi kesehatan, perlu dikaji sama ada calon isteri dan suami mempunyai keluarga yang mempunyai penyakit keturunan. Ini tidak bermakna wanita yang mempunyai keluarga yang berpenyakit tidak boleh dikawini dan dipandang hina. Apa yang dimaksudkan di sini ialah menyiapkan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Tanda-tanda jodoh

Sesungguhnya Allah sudah menciptakan jodoh sesuai dengan kualitas diri serta keimanan yg cocok untuk sang hamba, demikian untuk dipertemukan dengan Timing (momentum) yg sangat tepat bagi Nya. Jadi tidak ada istilah terlalu cepat atau terlalu lambat untuk ikrarnya sebuah jodoh, semua sangat mungkin bagi Allah. Namun jodoh yg bagaimana yg diridhoi Allah? tentu saja yg diikat oleh akad melalui ikatan pernikahan yg sah. Seperti ayat yg paling beken, yg menghiasi kartu2 undangan pernikahan, bahkan lebih beken dari foto prewed.

Terus jodoh dikejar apa ditunggu? Terus kalo tidak dapat dapat gimana dong?



5 Kiat mendatangkan jodoh:
  1. Dalam hal-hal yang berkenaan dengan aqidah dan ibadah mahdhoh (hubungan dengan Tuhan), yang islami adalah yang ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan yang tidak islami: mengikuti ramalan bintang, mengikuti ramalan paranormal, melakukan “istikharah” yang tergolong bid’ah, dsb.
  1. Khusnuzon kepada Alloh, hanya kepadaNya lah kita berprasangka baik.
Allah berfirman:“Laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik, perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula)” (QS AnNur; 26)
Ikhtiar merupakan kewajiban yg harus dilakukan oleh setiap muslim. Banyak orang bilang kalo jodoh merupakan misteri, dikarenakan bahwa kita tidak mengenal diri kita sendiri, tidak percaya dengan Iman kita dan terkadang kita berpikir bahwa kita takut akan mendapat jodoh yg tidak sesuai.
  1. Istighfar
Belum adanya jodoh bisa disebabkan oleh hubungan kita dengan Allah, keluarga, lingkungan, teman bahkan diri kita sendiri.

Apakah pernah berbuat syirik, seperti menanyakan kepada tukang ramal, nujum, dukun dsb. Apakah anda pernah melakukan hubungan yang melampui batas atau bahkan berzina? QS. 25:68-69 : Barangsiapa yang melakukan yang demikian niscaya dia mendapat pembalasan berlipat sejak di dunia...salah satunya jdoh yang tak kunjung hadir.

PERIKSA HUBUNGAN KITA DENGAN ORANG TUA, adakah anda pernah menyakiti atau mengkasari mereka karena perbuatan tersebut termasuk doa besar yang menjauhkan rahmat Allah (termasuk jodoh).
QS. 17:23 : Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

PERIKSA HUBUNGAN SILATURAHIM. Putus silaturahim berakibat putusnya rahmat (salah satu bentuknya jodoh).QS.49:10:....sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri anda dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat.

PERIKSA DALAM HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN apakah ada yang sampai tersakiti atau terzalimi. Hindari doa orang yang teraniaya/terzalimi, karena doanya pasti dikabulkan 

APAKAH ANDA PERNAH BERGUNJING YANG MENGARAH MENGADU DOMBA, yang menyebabkan putusnya tali silaturahim?
QS 49:12 : Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan, karena sebagian dari kecurigaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain .



  1. Do’a

Berdoa kepada Allah agar diberikan jodoh yang baik, misalnya dengan shalat hajat atau sholat istikharah. Allah  telah berjanji dalam firmannya bahwa Muslim yang baik  akan mendapatkan Muslimah yang baik dan laki-laki yang  buruk  akan  mendapatkan  wanita yang buruk pula. Kita berdoa kepada  Allah agar mendapatkan  jodoh  yang  baik  dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.  Do’a dalam Al-furqon ayat 74:
Doa (Robbana hablanaa min aswazinaa, waduriyatinaa, qurta’alim, wajaalna lilmutaqqina immamaa (Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata hati kami dan jadikanlah kami iman bagi orang2 yang bertaqwa). Rasulullah SAW pun telah mengajarkan doa istikharah (menurut hadits Bukhari, Ahmad, dll), yang isinya mengandung permohonan mengubah takdir-Nya:
“Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka TAKDIRKANLAH dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini. … dan TAKDIRKANLAH kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.“
  1. Tingkatkan amal dan ketaatan
Meminjam istilah ustad Yusuf Mansyur tentang matematika jodoh. Terus menambah Iman & Taqwa kita agar insyaAllah sesuai dengan jodoh yg Allah kehendaki.
PERBAIKI/LAZIMKAN WUDHU, BIASAKAN SHOLAT AWAL WAKTU DAN SHOLAT BERJAMAAH, BERDOA/BERDZIKIR SELEPAS SHOLAT, PELIHARA SHOLAT SUNAH SEBELUM & SESUDAH SHOLAT FARDHU KECUALI SETELAH SHOLAT SHUBUH DAN ASHAR, BIASAKAN SHOLAT MALAM : TAHAJUD,HAJAT,ISTIKHOROH, TAUBAT, TASBIH, WITIR. Lakukanlah semampu anda,dasar ayat QS 22:77 : Hai orang2 yang beriman, ruku dan sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuat kebaikan supaya kamu mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat.
  1. Dalam hal-hal yang berkenaan dengan muamalah (hubungan dengan manusia), yang islami adalah yang tidak ada larangannya dari Allah dan Rasul-Nya. Dalam hal ini, yang ada dalil larangannya tidaklah islami. Sedangkan yang tidak islami adalah yang mendekati zina (pacaran).
  1. Jangan biarkan sendirian selalu banyak bergaul terutama dengan orang yang baik
Jangan biarkan kita sendirian, karena syeitan akan masuk ke dalam tubuh kita bila kita sendirian dan tidak mengingat Alloh. Banyaklah bergaul dengan orang lain terutama orang yang sholeh.
Oleh karena itu tetap berteman yang banyak dan lakukan upaya: meminta tolong kepada orang tua untuk dicarikan jodoh yang baik. Dalam  Islam  sebenarnya  masalah  jodoh  bagi muslim khususnya muslimah bukanlah  menjadi  tanggung  jawab  diri sendiri tetapi menjadi  tanggung jawab orang tua ataupun wali. Bahkan pada masa Rasulullah saw, pemerintah bertanggungjawab untuk mencarikan jodoh bagi muslim dan muslimah pada masanya.  Melalui mediator misalnya teman, saudara atau orang lain yang dapat dipercaya. Mencari sendiri dan utamakan bersama pihak ketiga.

Bagaimana kalau sudah dapat:
Menurut ustadz cinta Restu Sugiarto, kriteria minimal yg perlu kita perhatikan adala 3M Memaklumi, Memaafkan, dan Memotivasi.

Allahu alam.
Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.

Hasil tanya dan jawab:
  1. Seorang laki2 bila mempunyai lebih dari 1 istri kelak akan didampingi para istri di surga dan juga para bidadari, sedangkan seorang perempuan akan mendapatkan pendamping (suaminya) atau orang lain. Para istri nabi Muhammad (SAW) tidak ada yang menikah lagi setelah beliau meninggal dunia, karena kelak semua para istri akan mendampingi beliau di surga.
  2. Jika seorang wanita mempunyai lebih dari 1 suami maka kelak di surga akan didampingi oleh suami terakhirnya.
  3. Proses mencari jodoh (bila sesuai dengan kaidah Islam) tidak akan mempengaruhi keadaan rumah tangga seseorang, semua bergantung kepada pribadi (keimanan, ketaqwaan, komitmen) nenanggapi dan melaksanakan semua kewajiban dan hak2 dalam rumah tangga Islami.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment